Sunday, September 21, 2014

Penyakit: Trombosis Vena dalam ( Deep Vein Thrombosis)



Penyakit : Trombosis Vena Dalam
Definisi
Trombosis vena dalam adalah suatu kondisi dimana terbentuk bekuan darah didalam suatu vena dalam. Sebagian besar terbentuk di vena dalam dibawah lutut, vena dalam paha dan bisa juga di vena vena dalam lain dibagian tubuh lainnya.
Trombus menetap dan lengket ke dinding vena, pada keadaan tertentu dia bisa lepas disebut sebagai embolus dan mengalir mengikuti aliran vena dan bisa sampai ke arteri pulmonalis dan menyumbat arteri pulmonalis dan menghambat aliran darah ke paru. Kondisi ini disebut sebagai emboli paru.
Emboli paru adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan kematian pada penderita akibat tidak terjadinya oksigenasi darah didalam paru karena transportasi darah ke paru terhambat.
Insiden
Insiden trombosis vena dalam dan emboli paru ini di Amerika Serikat diperkirakan sekitar 117 kasus per 100.000 orang, dibelahan dunia lain insidennya berkisar 67 kasus per 100.000 penduduk Insidennya meningkat seiring dengan pertambahan usia bahkan di Amerika Serikat mencapai 900 kasus per 100.000 orang.
Sebagian besar emboli paru berasal dari trombosis vena dalam ditungkai, tetapi bisa juga berasal dari trombosis vena dalam di lengan atas, terutama jika terdapat kateter vena di vena dalamnya.
Faktor Resiko
Ada tiga penyebab terjadinya trombus yang sampai saat ini masih dianut, dikenal sebagai trias virchow’s yaitu kerusakan dinding pembuluh darah, stasis aliran darah, dan kondisi dimana terjadi peningkatan kekentalan darah atau yang lebih dikenal sebagai kondisi hiperkoagulable.
Kerusakan dinding pembuluh darah pada vena bisa diakibatkan oleh trauma pada pembuluh darah maupun akibat tindakan yang disengaja pada pemasangan kateter vena sentral untuk akses cairan maupun nutrisi dan pengobatan pada penderita. Kerusakan akibat pemasangan kateter vena sering diekstremitas atas sedangkan oleh karena trauma langsung biasanya ditungkai bawah.
Stasis aliran sering terjadi pada penderita yang dirawat inap akibat berbaring dalam jangka waktu lama. Bisa juga akibat trauma yang menggangu mobilitas penderita misalnya trauma pada anggota gerak maupun tulang belakang. Atau akibat tindakan ortopedi yang mengakibatkan penderita tidak bisa mobilisasi dalam jangka waktu lama seperti sesudah tindakan total knee replacement ataupun sesudah tindakan total hip replacement.
Kondisi hiper coagulable sering mengenai orang orang dengan kondisi tertentu.dimana akibat ketidak seimbangan fibrinogenesis dan fibrinolisis mengakibatkan lebih mudah terjadinya bekuan darah pada orang tersebut.
Pada seseorang yang memililki faktor resiko maka DVT nya disebut sebagai DVT sekunder sedangkan DVT yang tidak mempunyai faktor resiko disebut sebagai DVT primer.
Hubungan DVT dengan perjalanan
Immobilisasi sebagai suatu faktor resiko terjadinya DVT dapat terjadi pada orang yang naik bus ataupun pesawat udara dalam waktu lama. Kondisi ini dikenal sebagai economy class syndrome. Dari suatu penelitian 18% dari 61 kematian yang terjadi diatas pesawat berhubungan dengan emboli paru. Tetapi penelitian selanjutnya menemukan bahwa kondisi ini lebih banyak terjadi pada penderita yang memang sudah memilki faktor resiko.Kondisi ini dihubungkan dengan stasis aliran vena akibat jarak antar bangku yang sempit sehingga penderita susah atau terbatas gerakan kakinya.
Untuk mencegah terjadinya emboli paru pada orang dengan faktor resiko terjadinya trombosis vena dalam, disarankan penderita menggunakan stoking kompressi selama perjalanan.
Berikut beberapa faktor yang dikenal sebagai faktor resiko untuk terjadinya DVT
·         Pasien yang sedang menjalani perawatan, jika penderita dirawat akibat pembedahan maka faktor resikonya akan lebih besar.
·         Trauma
·         Keganasan
·         Riwayat pemasangan kateter vena sentral atau pacu jantung
·         Pernah menderita trombosis vena sebelumnya
·         Kelumpuhan anggota gerak
·         Varises vena tungkai
·         Gagal jantung kongestif
Komplikasi Trombosis Vena Dalam
Komplikasi berat dari trombosis vena dalam adalah emboli paru. Komplikasi ini sering menyebabkan kematian pederita. Ini timbul akibat lepasnya trombus dari tempatnya, kemudian mengikuti aliran darah kembali ke jantung dan menyangkut di arteri pulmonalis sehingga terjadinya penurunan mendadak aliran darah ke paru penderita
Komplikasi yang lain adalah sindroma pasca trombosis. Sindroma ini tidak mematikan tetapi akan mengganggu kualitas hidup penderita dan mengakibatkan penderita terganggu secara sosial ekonomis.Sebanyak 29% sampai 79% penderita akan terganggu akibat manifestasi penyakit yang berlangsung lama seperti nyeri, edema, hiperpigmentasi maupun luka kronik dikaki sesudah suatu episode akut dari serangan trombosis vena dalam.
Kondisi ini terjadi akibat hipertensi vena yang diakibatkan kombinasi beberapa faktor seperti gangguan katup vena, timbulnya refluks atau akibat sumbatan vena dalam yang menetap.
Diagnostik
Hampir separuh penderita tidak mempunyai keluhan dan tanda
Gejala dan keluhan penderita bervariasi mulai dari yang tanpa keluhan sampai keluhan yang berat seperti kemerahan, edema, nyeri, nyeri tekan, penonjolan vena luar, nyeri pada dorsofleksi kaki ( homan’s sign).Pada kondisi yang berat terjadi pembengkakan yang massif dikenal sebagai phlegmacia cerulea dolens.
Gambaran trombosis vena dalam akut mirip dengan gambaran selulitis sehingga sering penderita dirawat lama sebagai penderita selulitis .Akibatnya jika terjadi penyembuhan maka pada penderita yang seperti ini hampir bisa dipastikan akan timbul sindroma post trombosis
Jika sudah terjadi emboli paru maka keluhannya adalah nyeri dada, sesak nafas, nadi cepat dan batuk batuk. 
Trombosis Vena Dalam Akut
Trombosis Vena dalam Akut
sindroma post trombosis
sindroma post trombosis
sindroma post trombosis


Pemeriksaan laboratorium
Pada penderita dilakukan pemeriksaan D- Dimer, D -Dimer menandakan adanya bekuan darah. Jika D- Dimer negatif maka kemungkinan trombosis vena dalam dapat disingkirkan.
Dupleks Ultra sonografi
Pemeriksaan ini sekarang banyak dilakukan untuk mencari trombosis vena dalam. Keuntungan pemeriksaan ini adalah murah, tidak invasif, tidak menggunakan kontras,dapat dipindah pindahkan.
Pemeriksaan USG meliputi pemeriksaan kompressibilitas, echoe intra lumen, karakteristik aliran vena, dan pengisian lumen. Diantar kriteria diatas yang paling menentukan adalah kompressibilitas dari lumen vena. Jika ditemukan lumen vena yang tidak bisa kolaps pada saat ditekan, maka hampir bisa dipastikan bahwa lumennya terisi oleh trombus.
trombosis di vena iliaka

Venografi
Pemeriksaan venografi dilakukan dengan penyuntikan kontras pada distal kedua tungkai . Kemudian fluoroskopi akan menangkap image bekuan darah yang akan terlihat sebagai filling defect dari kontras.
Pemeriksaan untuk trombofilia
Penderita yang jelas penyebabnya akibat trauma ,atau immobilisasi dan serangan pertama tidak memerlukan pemeriksaan untuk mencari trombofilianya. Penderita diatas 50 tahun dengan serangan pertama dan tak ada riwayat keluarga dianggap kecil kemungkinan menderita trombofilia dan pemeriksaan yang dilakukan terbatas. Pasien dengan sebab idiopatik dan usia dibawah 50 tahun, trombosis berulang dan pasien dengan riwayat keluarga harus dipertimbangkan sebagai penderita trombofilia dan harus menjalani evaluasi untuk mencari penyebabnya.
Pengobatan
Tujuan pengobatan adalah mencegah pembentukan trombus baru dan mencegah kekambuhan serta mencegah terjadinya komplikasi emboli paru, serta hipertensi pulmoner. Tujuan ini dicapai dengan pemberian heparin yang diikuti oleh pemberian warfarin.
Unfractionated heparin(UFH)
Pengobatan dengan menggunakan UFH berdasarkan berat badan dan dosis dititrasi berdasarkan APTT. Target APTT yang diinginkan adalah 1.5 sampai 2.3 kali kontrol.
Efek samping UFH yang ditakutkan adalah perdarahan dan drug induced thrombositopenia. Resiko ini semakin tinggi pada orang tua, riwayat perdarahan sebelumnya.
Pengobatan dihentikan sesudah terapi bersamaan dengan coumadin selama 4 sampai 5 hari.
Low Molecular Weight Heparin
LMWH mempunyai keuntungan jika dibandingkan dengan UFH yaitu waktu paruh lebih panjang, dosis tetap dan tidak memerlukan monitoring serta efek samping trombositopenia lebih sedikit. Obat ini dapat diberikan subkutan satu sampai dua kali perhari .
Obat obatan yang tersedia antara lain enoxaparin dengan dosis 1 mg perkilogram berat badan dua kali sehari atau 1.5 kg berat badan sekali sehari. Obat lain yaitu dalteparin hanya untuk pencegahan. Obat lain yaitu tinzaparin 175 IU perkilogram berat badan perhari.
Warfarin
Warfarin digunakan bersamaan dengan UFH selama empat sampai lima hari dilanjutkan dengan warfarin saja. Dosis awal adalah 5 mg , dosis dititrasi setiap 3 sampai 7 hari untuk mencapai target INR 2.0 sampai 3.0 kali kontrol.
Pemberian warfarin tidak boleh pada wanita hamil. Pada kondisi ini pengobatan jangka panjang digunakan LMWH.
Pada pasien dengan keganasan dimana resiko untuik terjadinya kekambuhan menetap diberikan pengobatan warfarin jangka panjang.
Trombolitik
Sebagian besar pasien berespon baik dengan UFH dan LMWH sehingga pengobatan dengan trombolitik tidak diperlukan.
Vena Cava Filter
Pada kasus dengan tromboemboli massif didaerah ilio femoral dapat dipertimbangkan pemasangan vena cava filter untuk mencegah emboli paru. Selain itu pada kasus dengan resiko kekambuhan tinggi dan kontraindikasi untuk pemberian anti koagulan dianjurkan pemasangan vena cava filter. 

Pengobatan Emboli Paru
Untuk emboli paru pengobatan menggunakan UFH lebih disukai. Pemberian trombolitik hanya dilakukan pada penderita dengan emboli paru massif dan hemodinamik tidak stabil walaupun hal ini masih kontroversi. Pemberian trombolitik alteplase diberikan 100 mg IV selama dua jam sedangkan streptokinase dosis awal 250.000IU dikuti 100.000 perjam selama 24 jam.
Pengobatan lain
Pada penderita dilakukan kompresi pada tungkai yang terkena dan peninggian tungkai yang terkena
Trombosis vena dalam akut

dalam pengobatan

dua minggu pengobatan



Friday, September 5, 2014

Varises Vena Tungkai: Pilihan pengobatan



Varises Vena Tungkai: Pilihan pengobatan

Pendahuluan
Ada dua pilihan pengobatan pada varises tungkai. Pilihan pertama yaitu pengobatan konservatif dengan pemasangan stocking kompresi pada tungkai yang terkena dan pemberian obat obatan flebotonik. Pilihan kedua adalah melakukan intervensi pengobatan pada vena yang mengalami gangguan patologis. Pilihan intervensi mulai dari skleroterapi, pembedahan dengan mengangkat vena yang sakit serat melakukan penutupan vena yang mengalami aliran balik dan pengobatan dengan menggunakan laser. Sering seorang penderita membutuhkan beberapa modalitas sekaligus.
Varises
Varises


Skleroterapi

Skleroterapi adalah pengobatan dengan menyuntikkan obat sklerosan kedalam pembuluh darah yang mengalami kelainan. Akibat kontak obat dengan dinding vena, maka vena akan kolaps. Pengobatan ini hanya dilakukan pada pembuluh darah vena yang melebar tetapi masih berukuran kecil.
Prosedur ini berlangsung singkat, hanya dengan anestesi lokal,sesudah prosedur pada tungkai pasien yang dilakukan pengobatan dipasang verban elastis selama beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung beratnya penyakit. Pada satu pasien, injeksi dapat dilakukan pada beberapa tempat, pengobatan juga dapat dilakukan beberapa episode. Sesudah pengobatan pasien dapat pulang dan selanjutnya rawat jalan.
Sesudah pengobatan, pada beberapa pasien dapat timbul jejas dan hiperpigmentasi. Jejas dapat hilang dalam beberapa hari. Tetapi hiperpigmentasi bisa bertahan cukup lama sampai beberapa minggu. Komplikasi penyuntikan yang lain adalah timbul luka pada tempat suntikan, infeksi pada kulit, infeksi pada vena, trombosis vena dalam dan reaksi alergi.
skleroterapi

Prosedur Endovenous
Ada tiga macam pengobatan endovena yaitu: Endovenous laser treatment, Endovenous radio frekuensi ablation dan ultrasound guided sclerotherapy.
Endovenous Laser Treatment
Pada prosedur ini dilakukan penusukan vena yang sudah rusak. Pada tempat tersebut dimasukkan serat fiber yang dimasukkan kedalam vena dengan bantuan ultrasonography. Serat tersebut ditempatkan pada suatu tempat yang diinginkan kemudian perlahan ditarik. Sinar laser akan merusak dinding vena dan menyebabkan vena akan mengalami kolaps dan akhirnya menutup.
Prosedur ini dilakukan dengan lokal anestesi menggunakan tenik tumesensi. Pada teknik ini dilakukan infiltrasi anestesi lokal sekeliling vena yang akan dilakukan tindakan.Keuntungan anestesi tumesensi ini adalah:
1.       Tidak memerlukan anestesi umum
2.       Membantu mengurangi kerusakan jaringan sekitar pembuluh darah
3.       Membantu mengurangi nyeri pada penderita
Tindakan ini saat ini sudah mendapat persetujuan FDA.
Komplikasi pengobatan ini adalah kulit terbakar dan perasaan kebas pada tungkai yang terkena.
alat endovenous laser
Prosedur endovenous laser
Prosedur endovenous laser

Endovenous Radio Frequency Ablation
Pada teknik ini kateter radio frekuensi dimasukkan kedalam vena dan kemudian panas dari kateter dialirkan kedinding vena.Akibat panas, dinding vena akan rusak sehingga vena akan kolaps dan akhirnya menutup.
Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan.
Ultrasound Guided Sclerotherapy
Prosedur ini persis sama dengan prosedur skleroterapi biasa. Perbedaannya terletak pada penggunaan ultrasonography doppler sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi vena. Dengan penggunaan alat ini maka angka keberhasilan akan lebih tinggi dibandingkan jika hanya menggunakan mata telanjang.
Pada prosedur ini USG selain sebagai alat identifikasi vena, juga sebagai pemandu masuk jarum suntik kedalam pembuluh darah.
Pembedahan
Ligasi pembuluh darah dan stripping vena
Pada prosedur ini dilakukan insisi kecil pada daerah lipat paha dan diidentifikasi pertemuan vena safena magna dengan vena femoralis. Pada tempat ini dilakukan pengikatan dan pemotongan. Tungkai bawah didentifikasi vena safena magna, dilakukan sayatan kecil dan halus, kemudian kawat stripper didorong keatas dan diikatkan dengan puntung pembuluh darah lipat paha yang akan dibuang.
Flebektomi
Pada prosedur ini dilakukan pembuangan vena vena permukaan kulit yang sudah rusak. Pada prosedur ini dilakukan insisi kecil pada pembuluh darah yang rusak, kemudian dengan hook dilakukan pengambilan vena yang rusak.
Skin laser
Ini dilakukan untuk mengobati spider veins dan kemerahan diwajah. Sinar laser dialirkan melalui kulit ke pembuluh darah yang diinginkan. Pembuluh darah yang terkena akan mengecil dan menghilang.
Komplikasi dari pengobatan ini adalah kulit terbakar, jejas dan bisa terbentuk jaringan parut.
Prosedur Skin Laser

Terapi Konseravatif
Pengobatan ini dengan menggunakan graduated compression stocking. Pada stocking ini penekanan paling kuat adalah daerah sekitar pergelangan kaki dan secara gradual akan berkurang menuju atas.
Pengobatan medikamentosa
Terdapat beberapa pengobatan medikamentosa untuk pengobatan varises.

preop endovenous laser



3 bulan post op







Wednesday, September 3, 2014

Penyakit: Varises vena tungkai, bukan problem kosmetik



Varises Vena Tungkai

Hal hal yang perlu diketahui tentang varises vena tungkai

Banyak orang yang beranggapan bahwa varises vena bukan suatu masalah yang serius, termasuk praktisi kesehatan seperti dokter. Mereka beranggapan bahwa varises vena adalah suatu masalah kosmetik yang mengganggu penampilan sehingga banyak penderita yang tidak dirujuk ke spesialis (bedah) vaskular akibatnya penderita datang dalam keadaan yang lebih berat dan malahan sudah menimbulkan komplikasi komplikasi yang bahkan bukan hanya menimbulkan kesakitan tetapi bahkan dapat menyebabkan suatu kematian.

varises vena

komplikasi varises venatungkai
Apa itu varises vena tungkai 
         
Varises vena tungkai adalah suatu kondisi dimana terjadi pelebaran vena  yang berbelok belok ditungkai yang terjadi akibat kelemahan dinding vena dan kelemahan dan tidak berfungsinya katup vena.

Penjelasan

Vena adalah suatu sistem pembuluh darah yang membawa darah kembali kejantung. Terdiri atas tiga tipe yaitu vena dalam, vena superfisial dan vena perforantes yang menghubungkan vena luar dan vena dalam.  Berbeda dengan arteri yang mengalir karena pompa jantung, darah vena mengalir kembali ketubuh karena kombinasi pompa otot dan bantuan katup vena.
Katup vena didesain untuk membantu darah mengalir kejantung dan menahan aliran balik darah vena kembali kebawah akibat grafitasi. Aliran balik kebawah pada vena disebut reflux vena. Katup vena dalam ini tidak berfungsi baik bisa memang karena dari lahir sudah kurang berfungsi atau memang tidak ada sama sekali, bisa karena kelemahan dinding vena yang mengakibatkan vena melebar sehingga katup vena tidak menutup sempurna. Bisa juga akibat pernah timbulnya bekuan darah yang menempel dikatup mengakibatkan kerusakan katup sehingga katup tidak bisa menutup sempurna. Kerusakan katup bisa juga diakibatkan trauma.
Katup vena yang rusak baik primer maupun sekunder tadi akan mengakibatkan hambatan aliran darah kembali kejantung. Timbul stasis aliran vena yang mengakibatkan dinding vena melebar, selanjutnya dinding yang melebar akan makin memperberat gangguan katup vena.Gangguan katup vena akan makin memperberat stasis sehingga dapat dipahami bahwa varises vena adalah suatu kondisi patologis akibat cacat pada katup yang berlangsung progresif jika tidak ditangani dengan benar.
Varises vena bisa terjadi divena luar dikenal sebagai varises vena primer, sedangkan varises vena dalam disebut varises vena sekunder.Edema didaerah pergelangan kaki menandakan sudah terjadi kerusakan pada vena dalam.

Penyebab dan faktor faktor resiko

Penyebab dari varises vena tungkai ini multifaktorial. Faktor genetik, polahidup dan faktor hormonal memegang peranan penting.
Faktor genetik diduga diturunkan karena insiden penyakit ini lebih tinggi jika ditemui anggota keluarga juga menderita kondisi yang sama. Diduga hal ini dipengaruhi oleh bentuk katup vena yang diturunkan oleh keluarga.
Pola hidup berperanan sangat besar. Penyakit ini muncul pada orang yang banyak berdiri dan banyak duduk dan kurang bergerak. Termasuk juga pada penderita gemuk yang jarang bergerak. Hal ini diakibatkan pada kondisi kaki tergantung lama tanpa gerakan mengakibatkan darah ditungkai tidak mengalir akibat tak adanya kontraksi otot. Darah yang stasis akan mengakibatkan trombosis yang akan merusak katup vena. Bisa juga melalui proses stasis yang akan mengakibatkan pelebaran dinding vena pada orang yang memang sudah ada kelemahan dinding vena. Pelebaran vena akan menyebabkan katup tidak bisa menutup sempurna.
Kehamilan menyebabkan varises melalui mekanisme stasis dan hormonal. Pada ibu hamil seiring dengan pertambahan usia kehamilan akan mengakibatkan penekanan pada vena panggul. Hal ini menyebabkan terjadinya hambatan aliran balik darah vena kejantung. Terjadi stasis darah ditungkai yang akan menyebabkan terjadinya pelebaran dinding vena dan bisa mengakibatkan kerusakan katup. Hal ini diperberat oleh karena pengaruh hormonal pada ibu hamil menyebabkan dinding venanya mudah melebar. Stasis vena juga menyebakkan mudah terjadi trombosis, sehingga sering pada ibu hamil ditemukan tromboflebitis pada vena tungkai.

Keluhan dan gejala

Kejadian ini lebih sering pada wanita dibandingkan laki laki, diduga karena peranan hormonal dan kehamilan berulang pada perempuan. Diduga terdapat sekitar 15% populasi menderita varises vena.

Keluhan penderita 

Penderita biasanya mengeluh pegal dan berat pada tungkai, gatal gatal dan perasaan terbakar pada pergelangan kaki terutama timbul saat berdiri.
Selain itu penderita biasanya mengeluhkan adanya benjolan seperti cacing pada sisi dalam tungkai  dan bisa terlihat dari luar.
Pada kondisi berat akan timbul keluhan akibat timbulnya perubahan bentuk kulit pada pergelangan kaki. Pada kondisi ringan warna pergelangan kaki berubah menjadi lebih gelap ( hiper pigmentasi), timbul dermatitis, dan dalam kondisi berat dapat timbul luka pada pergelangan kaki.Kondisi ini dikenal sebagai post thrombosis syndrome
Luka pada pergelangan kaki dikenal sebagai luka vena. Berbeda dengan luka luka lain, kondisi ini susah sembuh jika tidak ditangani dengan benar. Luka ini sering salah didiagnosis oleh dokter yang tak terbiasa menangani kasus kasus ini sehingga penderita sering terlantar dan baru mendapat pengobatan yang benar setelah lama menderita sakit. Problem lain jika sudah timbul gangguan pada kulit pergelangan kaki, kondisi ini tidak bisa sembuh sempurna seperti sediakala. Kondisi ini mengakibatkan perubahan menetap pada kulit yang mengganggu penderita.
Keluhan lain sering timbul adalah bengkak berulang pada kaki terutama timbul jika tungkai tergantung lama. Kondisi ini berbahaya karena stasis lama bisa mengakibatkan timbulnya bekuan darah ditungkai yang dapat lepas ke paru dan mengakibatkan kematian mendadak.
Keluhan keluhan burst vein, dimana vena vena kecil dikaki melebar sering berhubungan dengan
kehamilan dan bisa juga akibat aliran balik dari varises vena, tidak memerlukan pengobatan serius.

Bagaimana mendiagnosa

Pasien didiagnosa melalui keluhan dan pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan penunjang yang sangat membantu adalah pemeriksaan ultrasonografi. Dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat diketahui adanya aliran balik vena, dapat dilihat ukuran vena, dapat dilihat adanya bekuan bekuan darah atau trombus. Juga dapat dilihat kondisi vena dalam.
Pemeriksaan ini menentukan rencana pengobatan selanjutnya. Strategi pengobatan ditentukan dengan mengetahui secara jelas kondisi penyakit pasien dan penyebab varisesnya. Jika ditemukan kerusakan vena dalam dari pemeriksaan fisik dan diperkuat dengan ultrasonografi maka tidak boleh dilakukan operasi pada pasien, karena operasi malahan akan memperberat kondisi pasien. Untuk kondisi ini ada pilihan pilihan pengobatan yang berbeda.
Ultrasonografi juga menentukan strategi pengobatan dalam kondisi sudah timbul luka pada pergelangan kaki, dimana pengobatan ditujukan untuk pengikatan vena penghubung yang menjadi penyebab luka penderita.

Pengobatan

Tak ada pengobatan yang menyembuhkan varises vena sepenuhnya. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan dan membuang vena yang sudah rusak, karena jika tidak ditangani secara benar maka kerusakan vena akan berlanjut terus.
Banyak pilihan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi penyakit penderita. Setiap penderita memerlukan pengobatan yang berbeda beda. Sering pada satu penderita memerlukan lebih dari satu modalitas pengobatan. Pengobatan bervariasi mulai dari pengobatan konservatif sampai pengobatan minimal invasif dan operasi pembedahan terbuka.
Pengobatan konservatif adalah dengan mengenakan stocking kompressi, berbeda dengan stocking kosmetik, stocking kompressi didesain dengan menggunakan pressure yang terukur dari bawah sampai keatas disesuaikan dengan kondisi pasien. Stocking ini membantu menekan vena sehingga ukuran vena kembali mengecil, selain itu juga membantu memperkuat kerja otot kaki sehingga membantu mendorong darah kembali kejantung. Pengobatan konservatif lain adalah dengan perubahan perilaku dengan menghindarkan kaki tergantung lama seperti menghindari duduk lama, menghindari berdiri lama. Olah raga seperti berjalan, berenang sangat membantu penderita. Semua diatas ditujukan agar tidak terjadi stasis aliran darah vena ditungkai dan sangat membantu, tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit.
stocking kompressi

Pembedahan ditujukan jika sudah terjadi penonjolan vena ditungkai dan sering bersamaan dengan terjadinya bekuan darah pada vena luar yang dikenal sebagai tromboflebitis dan bahkan kadang kadang terjadi perdarahan. Pembedahan bertujuan membuang vena yang sudah rusak dan menghentikan refluks aliran vena yang akan memperberat kondisi penderita. Pembedahan yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah vaskular dengan menggunakan peralatan khusus sehingga luka operasi biasanya tetap tersamar.
Terapi injeksi skleroterapi ditujukan untuk pelebaran vena yang masih kecil, ini bertujuan untuk membuat vena kolaps.
Pengobatan yang akhir akhir ini sedang berkembang di Indonesia dan memberikan hasil bagus adalah dengan menggunakan metode laser. Ada dua macam laser yaitu endovenous laser dan skin laser. Pada tindakan endovenous laser, luka operasi sangat kecil, melalui luka kecil dimasukkan kateter dengan serat fiber optik halus . Fiber kemudian ditarik perlahan dan dinding vena dan darah yang terkena energi laser akan mengakibatkan lumen vena menutup sehingga refluks akan terhenti dan varises akan menutup. Angka kesembuhan dengan prosedur ini tinggi dan secara kosmetik hasilnya bagus.
Pengobatan yang juga sangat bagus adalah dengan menggunakan radiofrequency ablasi. Metodenya hampir sama , dengan menggunakan energi panas, maka varises vena akan kolaps dan darah akan dialirkan kembali melalui lumen yang sehat.
Skin laser di RSCM
endovenous laser di salah satu klinik jakarta



Komplikasi

Tanpa pengobatan maka varises akan berlanjut menyebabkan nyeri, bengkak pada tungkai, perubahan warna kulit, penebalan kulit dan jaringan bawah kulit, dan dermatitis. Pada keadaan lebih berat dapat terjadi luka pada pergelangan kaki, dapat timbul tromboflebitis.
Jika terjadi trombosis vena dalam dapat timbul kematian akibat bekuan darah yang lepas arteri pulmonalis di paru.