Showing posts with label Varises Vena Tungkai. Show all posts
Showing posts with label Varises Vena Tungkai. Show all posts

Saturday, October 25, 2014

Varises Vena dan Spider Nevi, Pengobatan dengan laser endovena



Varises Vena dan Spider Nevi, Pengobatan dengan laser endovena

Pendahuluan

Sistem vena ditungkai terbagi 3 yaitu vena luar, vena dalam dan vena penghubung. Ketiganya ini membentuk suatu sistem yang terhubung dan  membantu menghantarkan darah tungkai kembali ke jantung. Varises vena tungkai timbul jika terjadi gangguan aliran darah kembali ke jantung oleh berbagai macam sebab.
Berbeda dengan arteri yang digerakkan oleh pompa jantung, darah dalam sistem vena digerakkan oleh pompa otot dan katup yang berperan menahan aliran balik. Jika terjadi gangguan pada kedua atau salah satu hal diatas mengakibatkan darah tertahan ditungkai. Hal ini mengakibatkan vena tungkai menjadi lebar, memanjang dan berbelok belok. Kondisi ini kita kenal sebagai varises vena tungkai. Dalam kondisi yang lebih berat dapat timbul perdarahan dan luka kronis disertai perubahan warna kulit tungkai menjadi kehitam hitaman (hiperpigmentasi).


Endovenous laser
Prosedur endovenous

Pengobatan endovenous laser adalah suatu metode pengobatan minimal invasif dengan menggunakan sinar laser langsung kedalam vena dengan menggunakan serat fiber optik. Prosedur ini mengakibatkan terjadinya ablasi atau penutupan sistem vena yang patologis di tungkai. Prosedur ini dikerjakan oleh spesialis bedah vaskular dan endovaskular di rumah sakit atau bisa juga di klinik. Ini bisa dikerjakan di klinik, karena bisa dikerjakan dengan anestesi lokal dan relatif aman. Pasien bisa pulang sesudah pengobatan. Atau paling lambat sehari sesudah pengobatan. Ini adalah salah satu perbedaan utama dengan prosedur operasi biasa yang memerlukan anestesi dan pasien memerlukan rawatan beberapa hari untuk pulih kembali.
Tetapi tidak semua varises vena dapat dikerjakan prosedur laser, sering karena penderita datang dalam keadaan lanjut diperlukan kombinasi dengan metode lain seperti pengangkatan vena yang sudah trombosis dan rusak berat.
Untuk vena vena luar kecil dikulit dapat dilakukan pengobatan dengan menggunakan skin laser.
Dahulu prosedur ini hanya dikerjakan diluar negeri sehingga penderita harus pergi ke Singapore atau Malaysia, tetapi saat ini seiring dengan perkembangan kedokteran vaskular di Indonesia dapat dikerjakan di Indonesia.
Keuntungan operasi ini tanpa bekas luka, tanpa jahitan, tanpa pembiusan umum, perawatan singkat, sehari pasca operasi sudah boleh pulang.
Prosedur
Prosedur dilakukan dengan anestesi lokal dengan menggunakan metode khusus yang dikenal sebagai metode tumesensi. Anestesi lokal dicampur dengan cairan tertentu diinjeksikan disekeliling vena safena magna dengan menggunakan cara tertentu sehingga cairan anestesi akan melingkari vena. Cairan campuran anestesi yang melingkari vena berfungsi menekan vena sehingga vena akan lebih berkontak dengan serat laser dan sekalian berfungsi melindungi jaringan sekitar vena dari panas akibat sinar laser. Prosedur penyuntikan cairan anestesi lokal dikerjakan dengan menggunakan panduan ultrasound.
Dengan menggunakan jarum halus dilakukan penusukan vena safena magna disekitar lutut dan serat laser dimasukkan kedalam vena safena magna. Kemudian serat laser didorong  sampai ke pangkal vena safena magna, prosedur laser dilakukan sambil menarik serat fiber dengan menggunakan panduan ultrasonografi.
Sesudah selesai prosedur, pasien memakai stocking ketat selama 4-5 hari. Dilanjutkan dengan stocking kompresi biasa selam dua minggu
Satu sampai dua minggu dilakukan evaluasi dengan menggunakan ultrasonografi. Biasanya masih ada cabang cabang vena kecil yang terbuka. Dan untuk itu dilakukan pengobatan dengan menggunakan skleroterapi.
Sebelum laser

3 bulan sesudah laser

Indikasi
Masih banyak dokter yang beranggapan bahwa varises vena adalah masalah kosmetik. Varises vena adalah suatu peristiwa patologis terjadinya pelebaran vena yang berbelok belok akibat gangguan katup dan pompa otot. Proses ini jika dibiarkan akan berlanjut terus dan bisa menjadi lebih buruk dengan timbulnya luka kronik, kaki n]bengkak , perubahan warna kulit dan dalam kondisi tertentu dapat timbul trombosis vena dan bila lepas dapat menjadi emboli paru.
Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa komplikasi lanjut dari varises vena tungkai mengakibatkan terganggunya kualitas hidup penderita. Dan pada akhirnya membutuhkan biaya yang besar.
Keluhan keluhan yang menyertai varises vena adalah:
·         Pegal pegal
·         Pegal
·         Perasaan berat di tungkai
·         Letih
·         Nyeri malam hari
·         Gatal gatal
·         Perdarahan spontan
Perubahan kulit
·         Eksim, hiperpigmentasi
·         Lipodermatosklerosis
·         Atrophie blanche
·         Ulserasi kronis atau yang sudah sembuh
·         Edema
·         Phlebitis superfisial
Hal yang perlu diketahui sesudah pengobatan
·         Sesudah selesai tindakan diperlukan pemakaian stocking kompressi sesuai instruksi dokter
·         Hari kedua sudah boleh bekerja seperti biasa
·         Berjalan paling sedikit 30 menit tiap hari minimal 6 minggu setelah pengobatan
·         Hindari berdiri lama
·         Sesudah operasi dapat melakukan aktifitas biasa kecuali olahraga berat
·         Mungkin masih ada nyeri beberapa hari pasca operasi dan segera hilang sesudah pemebrian anlgetika ringan
·         Stocking dilepas saat malam hari
·         Stocking kompressi digunakan minimal du minggu setelah operasi
·         Tidak ada bekas jahitan, kecuali kalau ada vena sangat lebar yang harus dibuang
·         Dilakukan pemeriksaan ulang dengan USG setelah 2 minggu, dua bulan dan lima bulan.
Komplikasi
·         Jejas atau memar dibekas operasi yang nanti akan menghilang perlahan lahan
·         Nyeri yang hilang dengan pemberian analgetik ringan
·         Infeksi sangat jarang jika dikerjakan di kamar operasi
·         Keloid
·         Perdarahan
Penutup
Prosedur ini adalah suatu prosedur yang relatif aman dengan tingkat keberhasilan tinggi . Prosedur ini sudah dapat dikerjakan di Indonesia saat ini. Penulis sendiri sudah mengerjakan prosedur ini dibeberapa RS di Jakarta.
Jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi
1.       patrianef@gmail.com




Friday, September 5, 2014

Varises Vena Tungkai: Pilihan pengobatan



Varises Vena Tungkai: Pilihan pengobatan

Pendahuluan
Ada dua pilihan pengobatan pada varises tungkai. Pilihan pertama yaitu pengobatan konservatif dengan pemasangan stocking kompresi pada tungkai yang terkena dan pemberian obat obatan flebotonik. Pilihan kedua adalah melakukan intervensi pengobatan pada vena yang mengalami gangguan patologis. Pilihan intervensi mulai dari skleroterapi, pembedahan dengan mengangkat vena yang sakit serat melakukan penutupan vena yang mengalami aliran balik dan pengobatan dengan menggunakan laser. Sering seorang penderita membutuhkan beberapa modalitas sekaligus.
Varises
Varises


Skleroterapi

Skleroterapi adalah pengobatan dengan menyuntikkan obat sklerosan kedalam pembuluh darah yang mengalami kelainan. Akibat kontak obat dengan dinding vena, maka vena akan kolaps. Pengobatan ini hanya dilakukan pada pembuluh darah vena yang melebar tetapi masih berukuran kecil.
Prosedur ini berlangsung singkat, hanya dengan anestesi lokal,sesudah prosedur pada tungkai pasien yang dilakukan pengobatan dipasang verban elastis selama beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung beratnya penyakit. Pada satu pasien, injeksi dapat dilakukan pada beberapa tempat, pengobatan juga dapat dilakukan beberapa episode. Sesudah pengobatan pasien dapat pulang dan selanjutnya rawat jalan.
Sesudah pengobatan, pada beberapa pasien dapat timbul jejas dan hiperpigmentasi. Jejas dapat hilang dalam beberapa hari. Tetapi hiperpigmentasi bisa bertahan cukup lama sampai beberapa minggu. Komplikasi penyuntikan yang lain adalah timbul luka pada tempat suntikan, infeksi pada kulit, infeksi pada vena, trombosis vena dalam dan reaksi alergi.
skleroterapi

Prosedur Endovenous
Ada tiga macam pengobatan endovena yaitu: Endovenous laser treatment, Endovenous radio frekuensi ablation dan ultrasound guided sclerotherapy.
Endovenous Laser Treatment
Pada prosedur ini dilakukan penusukan vena yang sudah rusak. Pada tempat tersebut dimasukkan serat fiber yang dimasukkan kedalam vena dengan bantuan ultrasonography. Serat tersebut ditempatkan pada suatu tempat yang diinginkan kemudian perlahan ditarik. Sinar laser akan merusak dinding vena dan menyebabkan vena akan mengalami kolaps dan akhirnya menutup.
Prosedur ini dilakukan dengan lokal anestesi menggunakan tenik tumesensi. Pada teknik ini dilakukan infiltrasi anestesi lokal sekeliling vena yang akan dilakukan tindakan.Keuntungan anestesi tumesensi ini adalah:
1.       Tidak memerlukan anestesi umum
2.       Membantu mengurangi kerusakan jaringan sekitar pembuluh darah
3.       Membantu mengurangi nyeri pada penderita
Tindakan ini saat ini sudah mendapat persetujuan FDA.
Komplikasi pengobatan ini adalah kulit terbakar dan perasaan kebas pada tungkai yang terkena.
alat endovenous laser
Prosedur endovenous laser
Prosedur endovenous laser

Endovenous Radio Frequency Ablation
Pada teknik ini kateter radio frekuensi dimasukkan kedalam vena dan kemudian panas dari kateter dialirkan kedinding vena.Akibat panas, dinding vena akan rusak sehingga vena akan kolaps dan akhirnya menutup.
Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan.
Ultrasound Guided Sclerotherapy
Prosedur ini persis sama dengan prosedur skleroterapi biasa. Perbedaannya terletak pada penggunaan ultrasonography doppler sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi vena. Dengan penggunaan alat ini maka angka keberhasilan akan lebih tinggi dibandingkan jika hanya menggunakan mata telanjang.
Pada prosedur ini USG selain sebagai alat identifikasi vena, juga sebagai pemandu masuk jarum suntik kedalam pembuluh darah.
Pembedahan
Ligasi pembuluh darah dan stripping vena
Pada prosedur ini dilakukan insisi kecil pada daerah lipat paha dan diidentifikasi pertemuan vena safena magna dengan vena femoralis. Pada tempat ini dilakukan pengikatan dan pemotongan. Tungkai bawah didentifikasi vena safena magna, dilakukan sayatan kecil dan halus, kemudian kawat stripper didorong keatas dan diikatkan dengan puntung pembuluh darah lipat paha yang akan dibuang.
Flebektomi
Pada prosedur ini dilakukan pembuangan vena vena permukaan kulit yang sudah rusak. Pada prosedur ini dilakukan insisi kecil pada pembuluh darah yang rusak, kemudian dengan hook dilakukan pengambilan vena yang rusak.
Skin laser
Ini dilakukan untuk mengobati spider veins dan kemerahan diwajah. Sinar laser dialirkan melalui kulit ke pembuluh darah yang diinginkan. Pembuluh darah yang terkena akan mengecil dan menghilang.
Komplikasi dari pengobatan ini adalah kulit terbakar, jejas dan bisa terbentuk jaringan parut.
Prosedur Skin Laser

Terapi Konseravatif
Pengobatan ini dengan menggunakan graduated compression stocking. Pada stocking ini penekanan paling kuat adalah daerah sekitar pergelangan kaki dan secara gradual akan berkurang menuju atas.
Pengobatan medikamentosa
Terdapat beberapa pengobatan medikamentosa untuk pengobatan varises.

preop endovenous laser



3 bulan post op







Wednesday, September 3, 2014

Penyakit: Varises vena tungkai, bukan problem kosmetik



Varises Vena Tungkai

Hal hal yang perlu diketahui tentang varises vena tungkai

Banyak orang yang beranggapan bahwa varises vena bukan suatu masalah yang serius, termasuk praktisi kesehatan seperti dokter. Mereka beranggapan bahwa varises vena adalah suatu masalah kosmetik yang mengganggu penampilan sehingga banyak penderita yang tidak dirujuk ke spesialis (bedah) vaskular akibatnya penderita datang dalam keadaan yang lebih berat dan malahan sudah menimbulkan komplikasi komplikasi yang bahkan bukan hanya menimbulkan kesakitan tetapi bahkan dapat menyebabkan suatu kematian.

varises vena

komplikasi varises venatungkai
Apa itu varises vena tungkai 
         
Varises vena tungkai adalah suatu kondisi dimana terjadi pelebaran vena  yang berbelok belok ditungkai yang terjadi akibat kelemahan dinding vena dan kelemahan dan tidak berfungsinya katup vena.

Penjelasan

Vena adalah suatu sistem pembuluh darah yang membawa darah kembali kejantung. Terdiri atas tiga tipe yaitu vena dalam, vena superfisial dan vena perforantes yang menghubungkan vena luar dan vena dalam.  Berbeda dengan arteri yang mengalir karena pompa jantung, darah vena mengalir kembali ketubuh karena kombinasi pompa otot dan bantuan katup vena.
Katup vena didesain untuk membantu darah mengalir kejantung dan menahan aliran balik darah vena kembali kebawah akibat grafitasi. Aliran balik kebawah pada vena disebut reflux vena. Katup vena dalam ini tidak berfungsi baik bisa memang karena dari lahir sudah kurang berfungsi atau memang tidak ada sama sekali, bisa karena kelemahan dinding vena yang mengakibatkan vena melebar sehingga katup vena tidak menutup sempurna. Bisa juga akibat pernah timbulnya bekuan darah yang menempel dikatup mengakibatkan kerusakan katup sehingga katup tidak bisa menutup sempurna. Kerusakan katup bisa juga diakibatkan trauma.
Katup vena yang rusak baik primer maupun sekunder tadi akan mengakibatkan hambatan aliran darah kembali kejantung. Timbul stasis aliran vena yang mengakibatkan dinding vena melebar, selanjutnya dinding yang melebar akan makin memperberat gangguan katup vena.Gangguan katup vena akan makin memperberat stasis sehingga dapat dipahami bahwa varises vena adalah suatu kondisi patologis akibat cacat pada katup yang berlangsung progresif jika tidak ditangani dengan benar.
Varises vena bisa terjadi divena luar dikenal sebagai varises vena primer, sedangkan varises vena dalam disebut varises vena sekunder.Edema didaerah pergelangan kaki menandakan sudah terjadi kerusakan pada vena dalam.

Penyebab dan faktor faktor resiko

Penyebab dari varises vena tungkai ini multifaktorial. Faktor genetik, polahidup dan faktor hormonal memegang peranan penting.
Faktor genetik diduga diturunkan karena insiden penyakit ini lebih tinggi jika ditemui anggota keluarga juga menderita kondisi yang sama. Diduga hal ini dipengaruhi oleh bentuk katup vena yang diturunkan oleh keluarga.
Pola hidup berperanan sangat besar. Penyakit ini muncul pada orang yang banyak berdiri dan banyak duduk dan kurang bergerak. Termasuk juga pada penderita gemuk yang jarang bergerak. Hal ini diakibatkan pada kondisi kaki tergantung lama tanpa gerakan mengakibatkan darah ditungkai tidak mengalir akibat tak adanya kontraksi otot. Darah yang stasis akan mengakibatkan trombosis yang akan merusak katup vena. Bisa juga melalui proses stasis yang akan mengakibatkan pelebaran dinding vena pada orang yang memang sudah ada kelemahan dinding vena. Pelebaran vena akan menyebabkan katup tidak bisa menutup sempurna.
Kehamilan menyebabkan varises melalui mekanisme stasis dan hormonal. Pada ibu hamil seiring dengan pertambahan usia kehamilan akan mengakibatkan penekanan pada vena panggul. Hal ini menyebabkan terjadinya hambatan aliran balik darah vena kejantung. Terjadi stasis darah ditungkai yang akan menyebabkan terjadinya pelebaran dinding vena dan bisa mengakibatkan kerusakan katup. Hal ini diperberat oleh karena pengaruh hormonal pada ibu hamil menyebabkan dinding venanya mudah melebar. Stasis vena juga menyebakkan mudah terjadi trombosis, sehingga sering pada ibu hamil ditemukan tromboflebitis pada vena tungkai.

Keluhan dan gejala

Kejadian ini lebih sering pada wanita dibandingkan laki laki, diduga karena peranan hormonal dan kehamilan berulang pada perempuan. Diduga terdapat sekitar 15% populasi menderita varises vena.

Keluhan penderita 

Penderita biasanya mengeluh pegal dan berat pada tungkai, gatal gatal dan perasaan terbakar pada pergelangan kaki terutama timbul saat berdiri.
Selain itu penderita biasanya mengeluhkan adanya benjolan seperti cacing pada sisi dalam tungkai  dan bisa terlihat dari luar.
Pada kondisi berat akan timbul keluhan akibat timbulnya perubahan bentuk kulit pada pergelangan kaki. Pada kondisi ringan warna pergelangan kaki berubah menjadi lebih gelap ( hiper pigmentasi), timbul dermatitis, dan dalam kondisi berat dapat timbul luka pada pergelangan kaki.Kondisi ini dikenal sebagai post thrombosis syndrome
Luka pada pergelangan kaki dikenal sebagai luka vena. Berbeda dengan luka luka lain, kondisi ini susah sembuh jika tidak ditangani dengan benar. Luka ini sering salah didiagnosis oleh dokter yang tak terbiasa menangani kasus kasus ini sehingga penderita sering terlantar dan baru mendapat pengobatan yang benar setelah lama menderita sakit. Problem lain jika sudah timbul gangguan pada kulit pergelangan kaki, kondisi ini tidak bisa sembuh sempurna seperti sediakala. Kondisi ini mengakibatkan perubahan menetap pada kulit yang mengganggu penderita.
Keluhan lain sering timbul adalah bengkak berulang pada kaki terutama timbul jika tungkai tergantung lama. Kondisi ini berbahaya karena stasis lama bisa mengakibatkan timbulnya bekuan darah ditungkai yang dapat lepas ke paru dan mengakibatkan kematian mendadak.
Keluhan keluhan burst vein, dimana vena vena kecil dikaki melebar sering berhubungan dengan
kehamilan dan bisa juga akibat aliran balik dari varises vena, tidak memerlukan pengobatan serius.

Bagaimana mendiagnosa

Pasien didiagnosa melalui keluhan dan pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan penunjang yang sangat membantu adalah pemeriksaan ultrasonografi. Dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat diketahui adanya aliran balik vena, dapat dilihat ukuran vena, dapat dilihat adanya bekuan bekuan darah atau trombus. Juga dapat dilihat kondisi vena dalam.
Pemeriksaan ini menentukan rencana pengobatan selanjutnya. Strategi pengobatan ditentukan dengan mengetahui secara jelas kondisi penyakit pasien dan penyebab varisesnya. Jika ditemukan kerusakan vena dalam dari pemeriksaan fisik dan diperkuat dengan ultrasonografi maka tidak boleh dilakukan operasi pada pasien, karena operasi malahan akan memperberat kondisi pasien. Untuk kondisi ini ada pilihan pilihan pengobatan yang berbeda.
Ultrasonografi juga menentukan strategi pengobatan dalam kondisi sudah timbul luka pada pergelangan kaki, dimana pengobatan ditujukan untuk pengikatan vena penghubung yang menjadi penyebab luka penderita.

Pengobatan

Tak ada pengobatan yang menyembuhkan varises vena sepenuhnya. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan dan membuang vena yang sudah rusak, karena jika tidak ditangani secara benar maka kerusakan vena akan berlanjut terus.
Banyak pilihan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi penyakit penderita. Setiap penderita memerlukan pengobatan yang berbeda beda. Sering pada satu penderita memerlukan lebih dari satu modalitas pengobatan. Pengobatan bervariasi mulai dari pengobatan konservatif sampai pengobatan minimal invasif dan operasi pembedahan terbuka.
Pengobatan konservatif adalah dengan mengenakan stocking kompressi, berbeda dengan stocking kosmetik, stocking kompressi didesain dengan menggunakan pressure yang terukur dari bawah sampai keatas disesuaikan dengan kondisi pasien. Stocking ini membantu menekan vena sehingga ukuran vena kembali mengecil, selain itu juga membantu memperkuat kerja otot kaki sehingga membantu mendorong darah kembali kejantung. Pengobatan konservatif lain adalah dengan perubahan perilaku dengan menghindarkan kaki tergantung lama seperti menghindari duduk lama, menghindari berdiri lama. Olah raga seperti berjalan, berenang sangat membantu penderita. Semua diatas ditujukan agar tidak terjadi stasis aliran darah vena ditungkai dan sangat membantu, tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit.
stocking kompressi

Pembedahan ditujukan jika sudah terjadi penonjolan vena ditungkai dan sering bersamaan dengan terjadinya bekuan darah pada vena luar yang dikenal sebagai tromboflebitis dan bahkan kadang kadang terjadi perdarahan. Pembedahan bertujuan membuang vena yang sudah rusak dan menghentikan refluks aliran vena yang akan memperberat kondisi penderita. Pembedahan yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah vaskular dengan menggunakan peralatan khusus sehingga luka operasi biasanya tetap tersamar.
Terapi injeksi skleroterapi ditujukan untuk pelebaran vena yang masih kecil, ini bertujuan untuk membuat vena kolaps.
Pengobatan yang akhir akhir ini sedang berkembang di Indonesia dan memberikan hasil bagus adalah dengan menggunakan metode laser. Ada dua macam laser yaitu endovenous laser dan skin laser. Pada tindakan endovenous laser, luka operasi sangat kecil, melalui luka kecil dimasukkan kateter dengan serat fiber optik halus . Fiber kemudian ditarik perlahan dan dinding vena dan darah yang terkena energi laser akan mengakibatkan lumen vena menutup sehingga refluks akan terhenti dan varises akan menutup. Angka kesembuhan dengan prosedur ini tinggi dan secara kosmetik hasilnya bagus.
Pengobatan yang juga sangat bagus adalah dengan menggunakan radiofrequency ablasi. Metodenya hampir sama , dengan menggunakan energi panas, maka varises vena akan kolaps dan darah akan dialirkan kembali melalui lumen yang sehat.
Skin laser di RSCM
endovenous laser di salah satu klinik jakarta



Komplikasi

Tanpa pengobatan maka varises akan berlanjut menyebabkan nyeri, bengkak pada tungkai, perubahan warna kulit, penebalan kulit dan jaringan bawah kulit, dan dermatitis. Pada keadaan lebih berat dapat terjadi luka pada pergelangan kaki, dapat timbul tromboflebitis.
Jika terjadi trombosis vena dalam dapat timbul kematian akibat bekuan darah yang lepas arteri pulmonalis di paru.