Luka Diabetes : Pengobatan yang tepat
dapat mencegah amputasi
Pengertian
Kaki diabetes adalah suatu kondisi yang bervariasi mulai
dari kulit kaki yang kering dan kasar sampai luka di kaki yang tak bisa sembuh.
Ini terjadi pada satu dari empat penderita diabetes selama hidupnya.
Diabetes sendiri mengakibatkan kerusakan sistemik pada organ
dan fungsi tubuh seperti mata, jantung , otak , ginjal, hati, sistem
vaskularisasi, sistem kekebalan tubuh. Kombinasi semua faktor diatas
mengakibatkan penderita kaki diabetes rentan terhadap infeksi pada tungkainya
dan susah sembuh yang akhirnya dapat mengakibatkan amputasi pada tungkai
penderita.
Sering penderita tidak menyadari kondisi yang dialaminya
sehingga penderita datang berobat dalam kondisi yang sudah berat. Sebagai contoh
penderita tidak menyadari bahwa kakinya sudah baal sehingga rentan terhadap
trauma, dan sesudah terkena trauma penderita tidak segera menyadarinya dan pada
saat mencari pengobatan kondisi tungkai penderita sudah jelek.
Jumlah penderita yang menjalani amputasi pada kaki diabetes jauh
lebih banyak jika dibandingkan dengan akibat trauma dan keganasan. Amputasi sendiri akan
menurunkan kualitas hidup penderita dan mobilitas penderita.
![]() |
Ulkus Diabet yang sudah di lakukan penutupan dengan skin graft |
Langkah Pencegahan
Amputasi
Sebagian besar amputasi termasuk di RSCM diakibatkan oleh
luka diabetes, mengalahkan amputasi yang diakibatkan oleh trauma maupun
keganasan.
Amputasi sebagian besar didahului oleh luka kecil . Luka
menjadi tempat masuk infeksi dan menjalar keatas sehingga mengakibatkan infeksi yang
mengancam kehidupan penderita sehingga tungkai harus diamputasi. Langkah langkah yang dapat
dilakukan untuk mencegah infeksi adalah sebagai berikut:
1.Kontrol Infeksi
Infeksi pada penderita diabetes yang didahului oleh trauma
dapat bertambah buruk akibat kombinasi berbagai faktor seperti penurunan fungsi
sistem imunitas sehingga infeksi akan menyebar cepat dan menjadi berat.
Infeksi pada penderita diabetes dapat diklasifikasikan atas:
ringan , sedang dan berat. Infeksi ringan tidak mengancam tungkai dan kehidupan
sedangkan sedang maupun berat akanmengakibatkan tungkai terancam amputasi dan
bahkan mengancam kehidupan.
Infeksi ringan adalah infeksi yang kurang dari 2 cm
lebarnya, tidak menyebar kedalam dan tak ada tanda tanda sistemik infeksi.
Biasanya disebabkan oleh kuman gram positif. Infeksi sedang adalah infeksi yang
lebarnya lebih 2 cm dan dikelilingi oleh selulitis dan dapat menyebar melalui
tendon dan fasia. Dapat timbul osteomielitis tetapi tidak disertai tanda tanda
sistemik infeksi. Infeksi yang berat mempunyai karakter yang sama dengan
infeksi sedang tetapi disertai oleh tanda tanda infeksi sistemik. Infeksi
sedang dan berat biasanya diakibatkan oleh kuman campuran. Tetapi pada semua
kondisi biasanya yang sangat dominan adalah kuman gram positif dan mesti
dipertimbangkan dalam pengobatan.
Pada semua kondisi infeksi mesti dipertimbangkan terjadinya
resistensi kuman terutama methicillin
resisten staphylococcus aureus (MRSA). Pada kondisi ini dipertimbangkan
pemberian antibiotika yang secara empirik dapat digunakan untuk melawan MRSA
sampai keluar hasil kultur dan sensitifiti test.
2.Kontrol Vaskular
Langkah berikut sesudah mengatasi infeksi adalah memastikan
bahwa perfusi ketungkai baik. Salah satu metode untuk memeriksanya adalah
dengan memeriksa ankle brachial index
(ABI). Tetapi sering ABI tidakakurat dalam kondisi terjadi atherosklerosis
pembuluh darah. Dalam kondisi ini
diperiksa toe brachial index
(TBI). TBI lebih akurat dalam mengukur tekanan pembuluh darah pada bagian ujung
karena pembuluh darah kecil relatif lebih bebas dari atherosklerosis.
Metode lain untuk mengukur perfusi kedistal adalah dengan
memeriksa trans cutaneus pressure of
oxygen ( TcPO2).
Saat in metode yang sangat bagus untuk memeriksa sistem vaskularisasi adalah dengan menggunakan ultrasonografi.
Vaskular yang baik sangat berperan dalam mencegah terjadinya
infeksi melalui beberapa faktor:
·
Pembuluh darah yang baik dapat berfungsi
menghantarkan nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka.
·
Pembuluh darah yang baik berfungsi menghantarkan
obat obatan dan sistem kekebalan tubuh ketempat luka terjadi.
3.Mengurang tekanan.
Mengurang tekanan sangat berguna dalam menghindari amputasi
pada penderita luka diabetik. Hal ini akibat penderita sering sudah mengalami
baal atau kebas pada kaki sehingga penderita tidak menyadari trauma pada kaki
akibat misalnya sepatu yang sempit. Mengurang bahkan menghilangkan tekanan
dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan kursi roda ataupun
tongkat atau menggunakan sepatu khusus.
Cara lain mengurangi tekanan adalah dengan melakukan
pemanjangan tendon dengan cara operasi , seperti pemanjangan tendo achiles, sehingga titik tumpu yang
berada didaerah kepala metarsal dapat pindah kembali ke tempat semula.
4. Debridemen.
Debridemen adalah membuang semua jaringan yang mati sehingga
luka kembali segar. Tidakan ini diperlukan karena pada tempat yang mati akan
menjadi tempat bersarangnya kuman akibat tempat yang mati tidak dapat dicapai
oleh pembuluh darah.
Peranan lain dari debridemen adalah memulai kembali proses
penyembuhan luka yang terhenti pada luka
kronik sehingga luka kronik akan berubah menjadi luka akut. Debridemen
dilakukan berkali kali sehingga jaringan kembali sehat.
Peranan rekonstruksi tidak dipertimbangkan dalam melakukan
debridemen. Debridemen dilakukan sesuai dengan pertimbangan klinis.
Rekonstruksi dipertimbangkan sesudah luka menjadi jaringan yang sehat kembali. Rekonstruksi
akan mempertimbangkan jaringan sehat yang tersisa.
5.Merangsang timbulnya jaringan granulasi.
Cara yang tepat untuk merangsang timbulnya jaringan
granulasi adalah dengan menerapkan perawatan luka dengan menggunakan negative pressure wound treatment
(NPWT).
Penerapan NPWT diteruskan sampai timbul granulasi 100% dan dilanjutkan
kemudian dengan melakukan skin graft.
![]() |
Contoh NPWT |
6. Penutupan luka.
Sesudah luka menjadi jaringan granulasi, maka
dipertimbangkan penutupan luka. Semakin lama membiarkan luka terbuka, akan
semakin besar resiko penderita terkena infeksi.
Bermacam macam cara menutup luka. Cara yang sederhana adalah
dengan menggunakan split thickness skin
graft (STSG). Denagn cara ini angka keberhasilan tinggi, karena STSG tidak
memerlukan sumber perdarahan yang banyak untuk hidup. Cara lain yang lebih
rumit adalah dengan menyiapkan random flap, pedikel flap ataupun free flap.
![]() |
luka diabet sebelum debridemen |
![]() |
luka diabet sebelum debridemen |
![]() |
luka post debridemen |
![]() |
luka sesudah STSG |
![]() |
Luka sesudah STSG |
No comments:
Post a Comment